• Mori Manjusri’s Archives

  • Mori Manjusri’s Categories

  • Cute Graphics, Cute Quotes, Cute Images Cute Graphics, Cute Quotes, Cute Images
  • Mori Manjusri’s Posting

  • Mori Manjusri’s Event

    Jadwal Pertandingan FC Barcelona musim 2015/2016June 15th, 2015
    Untuk mengetahui jadwal pertandingan FC Barcelona musim 2015/2016, kunjungi http://www.fcbarcelona.co.id/football/first-team/calendar
  • Cute Graphics, Cute Quotes, Cute Images
  • Mori’s Manjusri Top Posts & Pages

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 69 other followers

  • Mori Manjusri's Diary

  • Mori Manjusri’s Community

Krisis Air Di Negeri Hujan


Yogyakarta, 10 April 2015 pukul 20:06 WIB
Di tulis oleh Mori Manjusri

Negeri Sentolo merupakan salah satu negeri tersubur yang ada di negeri bagian selatan kutub utara. Di setiap harinya negeri ini selalu mengalami turunnya hujan. Namun di suatu ketika, negeri Sentolo sudah tidak pernah lagi mengalami turunnya hujan dan panas yang sangat luar biasa.
Semua penduduk mengalami hal tersebut, terutama Aldo. Di tengah cuaca yang terik tersebut, ia mengambil handuk dan perlengkapan mandinya dan segera menuju bak penampungan air milik penduduk Sentolo. Baru lima meter melangkahkan kakinya, ia bertemu salah satu temannya, Aldan.

“Aldo, kamu mau kemana? Tanya Aldan

“Aku mau mandi nich, cuacanya panas banget”, jawab Aldo sambil mengelap keringat yang ada di dahinya.

Ia bergegas menuju bak penampungan air dan segera mandi. Ia banyak menghabiskan banyak waktu dan air. Ketika sudah hampir selesai, salah satu temannya bernama Eran menghampirinya.

“Eran, kamu mau mandi juga? Tanya Aldo

“Tidak kok, ini aku mau hiking. Yaa jelas mau mandilah”. Jawab Eran dengan nada ketus. Kemudian, Eran berkata kepada Aldo, “Loh, kamu kok cepat mandinya. Rasanya kamu barusanlah masuk mandinya”.

Mendengar ucapan temannya tersebut, Aldo naik pitam. “Apa katamu? Baru bentar mandinya? Itu lihat air, udah mau habis kaliii”,

Akhirnya, Eran mencoba untuk membuka kran air, namun akhirnya airnya sudah hampir habis. Kemudian ia mengomel dengan nada pelan “Wah, sialan kamu,, air pakai habiskan segala”.

Negeri Sentolo telah mengalami musim panas yang berkepanjangan. Hampir tiga bulan lamanya hujan tidak pernah turun di negeri tersebut. Persediaan air kian menipis, sedangkan kebutuhan terhadap air makin meningkat. Melihat kondisi seperti itu, ketua negeri mengumpulkan seluruh warganya.

“Wargaku sekalian, persediaan air di negeri kita sekarang kian menipis. Maka, pergunakanlah air tersebut seefisian mungkin”, kata ketua kepada penduduknya.

Salah satu penduduk mengacungkan jari dan berkata “Pak ketua, kita mengerti bahwa air di negeri kita sudah mau habis, sedangkan pemakaian air semakin hari semakin banyak. Jadi, apa yang harus kita lakukan?”

Sang ketua berfikir sejenak sambil memegang keningnya. “Begini saja, kita jatah saja pembagian air di negeri kita. Pemakaiannya harus tidak lebih dari tiga gayung. Bagaimana wargaku?”

Penduduk negeri Sentolo yang ada di ruang itu saling bertatapan wajah. Mereka saling berbisik- bisik dan berkata serempak “setujuuuuuuu”….

Setelah pertemuan di laksanakan, pembagian air di negeri tersebut di bagi. Setiap penduduk hanya boleh mendapatkan jatah tiga gayung, yaitu satu gayung untuk mandi, 1 gayung untuk masak, dan satu gayung untuk mencuci.

“Ini benar- benar keterlaluan. Tiga gayung untuk semuanya. Ini sungguh tidak adil”, ketus Aldo. Ia pun mempunyai niat jahat. Ketika ia mandi, ia telah menggunakan air sesukanya dan lebih dari tiga gayung. Akhirnya air di negeri tersebut habis.

Keadaan negeri semakin kacau balau. Penduduk tidak bisa mandi, memasak, dan meminum. Akhirnya, sang ketua mengumpulkan lagi seluruh warganya. Ia berencana membahas tragedi habisnya air di negeri tersebut.

“Wargaku, air kita sudah habis. Kita sudah tidak bisa lagi mencuci, masak, dan bahkan untuk mandi sekalian. Ini merupakan suatu petaka buat kita semua”. Kata ketua.

“Ini merupakan ulah Aldo pak ketua. Dia kemarin menggunakan air dengan semena- mena. Dia telah menghianati kesepakatan kita. Dia harus di hukum”, sahut Eran.

Mendengar ucapan dari salah satu penduduknya, sang ketua menjawab dengan nada yang santai. “Wahai Eran, ini merupakan suatu tragedi buat kita semua. Kita tidak bisa menyalahkan seseorang dalam kasus ini”, jawab ketua.

Tidak lama berselang, datanglah Aldo dengan wajah yang tertunduk malu dan duduk di antara penduduk lainnya.
“Maafkan aku pak ketua, aku tidak bermaksud untuk menghabiskan air. Kemarin aku telah khilaf, dan aku sadar akan kesalahanku tersebut. Jika pak ketua bersedia, hukumlah aku”.

Mendengar perkataan Aldo, sang ketua berkata “Aldo, kami semua telah memaafkanmu. Kami tidak akan menghukummu, karena krisis air ini merupakan masalah kita bersama”.

Aldo yang mendengar perkataan sang ketua negeri tersebut menjadi bahagia. Ia sangat beruntung mempunyai seorang ketua negeri yang Arif nan bijaksana.

“Pak ketua, aku mempunyai usul. Bagaimana kita berdoa kepada Yang Maha Esa dan sholat istiqharah dulu? Semoga Allah menurunkan air hujan kepada kita”, kata Aldo kepada ketua.

“Ini sebuah ide yang bagus. Jadi, bagaimana wargaku sekalian? Apakah kita harus sholat Istiqharah?

Semua penduduk yang hadir menyepakati untuk melaksanakan sholat Istiqharah. Setelah semua siap, penduduk tersebut berkumpul di sebuah mesjid yang luas. Mereka melaksanakan sholat Istiqharah seraya berdoa kepada Allah SWT.
Tidak lama berselang, langit di negeri Sentolo menjadi mendung. Angin bertiup kencang. Akhirnya turunlah hujan yang selama ini di nantikan oleh penduduk Sentolo setelah tiga bulan lamanya tidak pernah mengalami hujan. Negeri Sentolo yang sebelumnya tandus dan kering kerontang akhirnya berubah menjadi negeri yang subur. Tanaman tumbuh dengan hijaunya.

Setelah kejadian tersebut, Aldo tidak pernah lagi berbuat jahat dan curang dalam penggunaan air. Bahkan, ia telah menjadi seorang darmawan yang suka memberikan air secara gratis kepada setiap penduduk Sentolo yang membutuhkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pety Nopiyanti

a student of Muhammaadiyah University

Buat Video Tahunanmu Sendiri!

Kami mendukung anda untuk maju.

sineasmudaindonesia

A topnotch WordPress.com site

%d bloggers like this: