• Mori Manjusri’s Archives

  • Mori Manjusri’s Categories

  • Cute Graphics, Cute Quotes, Cute Images Cute Graphics, Cute Quotes, Cute Images
  • Mori Manjusri’s Posting

  • Mori Manjusri’s Event

    Jadwal Pertandingan FC Barcelona musim 2015/2016June 15th, 2015
    Untuk mengetahui jadwal pertandingan FC Barcelona musim 2015/2016, kunjungi http://www.fcbarcelona.co.id/football/first-team/calendar
  • Cute Graphics, Cute Quotes, Cute Images
  • Mori’s Manjusri Top Posts & Pages

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 69 other followers

  • Mori Manjusri's Diary

  • Mori Manjusri’s Community

Cinta Sesuci Embun


Yoyakarta, 5 April 2015 Pukul 09:24 WIB
Oleh Mori Manjusri

Di suatu senja yang indah, angin bertiup dengan perlahan- lahan. Sinar mentari pada sore itu masih memancarkan sinarnya dengan terang. Sambil menantikan kedatangan seseorang, Miko berdiri di pematan sawah sambil menikmati pemandangan alam pedesaan. Ia berada di situ untuk menunggu pacarnya, Eka yang telah ia pacari selama tiga tahun. Lima menit kemudian, orang yang di tunggu- tunggunya pun tiba di hadapannya.

“Maaf Mik, aku terlambat”, kata Eka dengan suara yang pelan dan nafas yang tergesa- gesa.

“Ia, tidak apa- apa. Lagian aku di sini sambil menikmati pemandangan alam ini”. Jawab Miko.

Setelah itu, mereka terdiam beberapa saat tanpa ada perkataan yang keluar dari bibir mereka. Miko memang sengaja berdiam diri sejenak guna melihat reaksi Eka.

“Sayangku Eka, ada yang ingin aku sampaikan kepadamu”, kata Miko dengan tatapan mata yang tajam.

“Iya Miko, ada apa? Kok kamu tegang kayak gitu? Santai ajalah”, jawab Eka.

“Gini Ka, aku telah mendapatkan tawaran untuk bekerja di kota. Posisi yang di tawarkan lumayan strategis, gajinya lumayan pun mahal juga, serta ada tunjangan buat pensiun nanti. Nah, aku di sini mau minta pendapatmu mengenai tawaran tersebut”.

Setelah mendengar ucapan Miko tersebut, tubuh Eka serentak menjadi panas dingin. Perasaannya tidak karuan. Ia mencoba untuk menenangkan diri sejenak sambil mengehela nafas panjang.

“Demi kebaikanmu, aku rela untuk membiarkanmu menerima tawaran pekerjaan tersebut. Tapi, yang aku takutkan soal hubungan kita”.

Mendengar jawaban pacarnya tersebut, Miko memandang wajah Eka dengan pandangan yang serius.

“Kenapa kamu membawa hubungan kita? Bukankah semua ini akan baik- baik saja? Jawab Miko. Miko yang tadinya santai kemudian menjadi serius.

“Soalnya gini Mik. Aku merasa kepergianmu ini menjadi petanda yang kurang baik buat hubungan kita. Entah kenapa aku merasanya seperti itu”.

“Aku mengerti apa perasaanmu, tapi percayalah. Cinta dan sayangku ini hanyalah untukmu seorang. Walaupun nantinya kita di pisahkan oleh ruang dan waktu, aku akan selalu ada untukmu”.

“tapi, aku takut kehilangan kamu. Aku sayang sayang sama kamu. Aku tidak mau kamu di miliki oleh orang lain”. Jawab Eka sambil mengusap air mata.

“Aku berjanji Ka, aku tidak akan bertingkah selama di sana. Aku akan selalu menghubungimu, dan lebih penting lagi, sehabis kontrak kerjaku habis, aku mau melamarmu”, jawab Miko.

Setelah mendengar ucapan dari pacarnya tersebut, Eka merasa lega dan semakin sayang kepada Miko.
Tidak terasa senja tersebut telah terlewati dengan cepatnya. Akhirnya, Miko mengantarkan Eka pulang kerumahnya,.

“Mampir dulu kerumah, sekalian makan malam bersama keluargaku”, ajak Eka kepada Miko.
“Tidak usahlah, nanti merepotkan lagi. Lagian aku ini udah di tunggu sama orang tuaku di rumah. Besok sajalah kita ketemu lagi ya”.

“Baiklah, kalau begitu maumu”. Jawab Eka.

Miko menghidupkan mesin motornya dan segera pulang menunju rumahnya.


Langit di desa itu sangat cerah. Udara pagi masih segar dan aktifitas orang desa orang berduyun- duyun berangkat menuju sawah dan kebun. Di pagi itu, Miko dan Eka berjanji untuk bertemu di dermaga tempat di mana kapal Miko akan berangkat.

“Di dermaga ini, aku akan segera meninggalkanmu, meninggalkan keluargaku, sanak saudaraku, tanah airku, tapi aku akan pulang untuk itu semua”, kata Miko dengan jiwa patriotisme.

“Iya, aku tahu itu. Tapi, pulanglah demi aku ya Mik, aku akan setia menantikanmu di sini. Sepertinya, kapal itu yang akan membawamu ke negeri seberang”, jawab Eka sambil menunjukkan jari telunjuk ke arah sebuah kapal.

Kapal tersebut sangat besar dan megah. Penumpang lain bergegas masuk kedalam kapal tersebut. Saat itu, ketika Miko hendak melangkahkan kakinya menuju kapal tersebut, tangannya di pegang oleh Eka.

“Tunggu, aku mau berbicara kepadamu sebentar”, kata Eka dengan mata yang berkunang- kunang. Kemudian, Miko meletakkan tasnya dan segera duduk.

“Aku mau menyampaikan sesuatu hal kepadamu. Ini menyangkut masa depan kita”.
“baiklah, aku siap untuk mendengarnya. Tapi, cepat yaa,,”, jawab Miko.

“Sejujurnya, aku sangat takut kehilanganmu. Aku sangat takut, rasanya aku ingin ikut bersamamu kemanapun kamu berada. Aku tidak mau pertemuan kita ini untuk terakhirnya”.

Mendengar ucapan pacarnya tersebut, raut wajah Miko berubah. Ia kelihatan bersedih.
“Sampai kapanpun, aku tidak akan menghianatimu. Ketahuilah, aku sangat mencintamu sampai kapanpun”. Jawab Miko sambil memberikan kepercayaan kepada Eka.

Lama kelamaan, penumpang kapal yang masih ada di dermaga semakin sepi. Akhirnya, Miko memutuskan untuk memasuki kapal tersebut. Miko masuk kedalam kapal tersebut sambil menangis tanpa memandang lagi kearah Eka, sedangkan Eka menangis sesendu- sendunya. Terdengar suara klakson kapal, yang menandakan kapal segera akan berangkat. Perlahan- lahan, kapal tersebut meninggalkan dermaga.

Pada awal keberangkatan kapal tersebut, kondisi cuaca sangat cerah. Setelah tiga jam mengarungi lautan, terdengar informasi dari kapten kapal bahwa kapal akan mengalami goncangan gelombang. Mendengar informasi tersebut, Miko segera melihat hp nya untuk mengabari Eka. Namun, sinyal di hpnya telah hilang karena ia telah berada di lautan. Ia mencoba menenangkan dirinya.

Goncangan kapal semakin kuat, ratusan penumpang tersebut semakin panik. Tidak lama berselang, terdengar suara “debbbraaaakkkk” dari sisi tengah kapal. Kapal oleng kearah kiri, semua penumpang terhimpit dan suasana semakin mencekam. Tangisan anak kecil, suara orang minta tolong, dan suara mesin kapal yang memekikkan telinga.

Merasa suasana semakin memburuk, Miko sadar akan keselamatan dirinya. Ia sengera menuliskan sebuah pesan di selembar kertas dan ia simpan di saku kemejanya. Semakin lama suasana kapal semakin memburuk. Sisi depan dan tengah kapal telah di penuhi oleh air laut. Perlahan- lahan kapal tersebut tenggelam di telan air laut. Miko dan penumpang lainnya terseret kedalam pusaran air kapal tersebut dan tenggelam.


Eka yang berada di rumahnya merasakan sesuatu hal yang tidak enak di hatinya. Ia merasakan ada sesuatu hal yang terjadi kepada Miko. Melihat anaknya cemas, Ibunya segera menghampirinya.

“Anakku, kamu kenapa? Ibu lihat kamu seperti ada masalah”

“Iya Bu, aku merasa ada yang tidak beres. Entah apa yang terjadi, aku masih belum tahu”.

“Ya sudah, mending kamu ambil air wudhu dan segera sholat dulu, biar kamu tenang”

“Baik bu”.

Telepon rumah Eka berdering. Eka berusaha untuk mengangkat telepon tersebut. Ia mendapatkan kabar yang sangat buruk, kapal yang Miko tumpangi tenggelam di lautan. Kemudian, Eka segera bergegas menuju dermaga. Ia melihat banyak penumpang selamat, namun ia tidak menemukan Miko. Ia mencari- cari lagi, namun tidak menemukannya. Akhirnya, ia pun pingsan di dermaga tersebut.

Beberapa hari berselang, Eka mengunjungi dermaga tempat di mana kapal Miko berangkat. Ia melihat sebuah sampan kecil lengkap dengan pengayuhnya. Ia berusaha untuk mendayuh sampannya secepatnya. Baru 500 meter mendayuh, ia melihat benda aneh yang mengapung di atas air. Ia segera menghampiri benda tersebut dan melihat selembar kertas lengkap dengan sebuah foto. kemudian, ia segera membuka tulisan tersebut sambil membacanya. Isi tulisan kertas tersebut.

Sayangku Eka, Keadaan kapal semakin memburuk. Maafkan aku yang tidak bisa menepati janjiku. Jika aku telah tiada, mohon jangan pernah melupakanku dan selalu bersetialah kepadaku seorang. Aku mencintaimu,”.

Setelah membaca surat tersebut, Eka sontak menangis dan tidak bisa menguasai emosinya. Tidak terasa sampan yang ia naiki telah di penuhi air dan terbalik. Akhirnya, sampannya karam persis dekat lokasi di mana kapal Miko tenggelam. Untungnya, ia di selamatkan oleh nelayan yang kebetulan melaut di daerah itu dan segera membawanya kerumah sakit.

Tiga bulan lamanya Eka koma di rumah sakit. Ia selalu mengingau dengan memanggil nama Miko. Kedua orang tuanya sangat sedih melihat keadaan putri satu- satunya tersebut. Suatu ketika, seorang pria mendatangi rumah sakit dan menjenguk Eka. Pria itu memengan tangan kanan Eka dan menyebut- nyebut namanya. Setelah mendengar namanya di sebut, matanya perlahan- lahan terbuka dan jemari tangannya bergerak.

“Kamukah itu, Miko?”, kata Eka dengan suara pelan.

“Iya, aku telah kembali, aku kembali untukmu. Cepat sembuh, aku menantimu”. Jawab Miko.

Mendengar ucapan tersebut, Eka merasa bahagia sekali dan ingin segera sembuh. Semua mata yang ada di ruangan tersebut mengeluarkan air mata, tidak terkecuali Eka.

Ternyata, Miko telah selamat dari kejadian tenggelamnya kapal yang telah ia tumpangi berkat pertolongan seekor ikan lumba- lumba yang membawanya ketepi pantai.
Beberapa bulan kemudian, Miko dan Eka menikah dan hidup bersama. Setelah kejadian tersebut, mereka saling berjanji untuk selalu hidup bersama dan tidak saling meninggalkan satu sama lain.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pety Nopiyanti

a student of Muhammaadiyah University

Buat Video Tahunanmu Sendiri!

Kami mendukung anda untuk maju.

sineasmudaindonesia

A topnotch WordPress.com site

%d bloggers like this: