• Mori Manjusri’s Archives

  • Mori Manjusri’s Categories

  • Cute Graphics, Cute Quotes, Cute Images Cute Graphics, Cute Quotes, Cute Images
  • Mori Manjusri’s Posting

  • Mori Manjusri’s Event

    Jadwal Pertandingan FC Barcelona musim 2015/2016June 15th, 2015
    Untuk mengetahui jadwal pertandingan FC Barcelona musim 2015/2016, kunjungi http://www.fcbarcelona.co.id/football/first-team/calendar
  • Cute Graphics, Cute Quotes, Cute Images
  • Mori’s Manjusri Top Posts & Pages

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 69 other followers

  • Mori Manjusri's Diary

  • Mori Manjusri’s Community

Penanggulangan tindakan Korupsi Menurut Agama Islam


       Untuk menghindari tindak korupsi, seseorang terlebih dahulu harus membenteng dirinya dengan iman dan mencengah niat seseorang agar tidak melakukan korupsi. Sebagaimana firman Allah dalam surah  At- Tahrim ayat 6 yang berbunyi:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”.

 Image     Berdasarkan pada ayat ini, kita harus menjaga diri kita dan keluarga kita dari melakukan tindakan yang bertentangan dengan agama Islam.

    Adapun contoh- contoh metode untuk menghindari terjadinya tindakan korupsi dalam agama Islam yaitu sebagai berikut:

a). Zaman Nabi Muhammad SAW

      Dalam menanggulangi tindak korupsi, Nabi Muhammad menggunakan metode yang bersifat moral- psikologis yaitu dengan memberikan ancaman neraka sebagai hukuman. Misalnya Nabi Muhammad melarang pejuang yang meninggal dimedan perang untuk disholatkan. Seperti kisah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah sebagai berikut:

“Ketika kami menuruni lembah budak itu berdiri untuk melepaskan pelananya, tetapi tiba- tiba ada satu anak panah yang mengenainya hingga ia meninggal. Kami berkata, Semoga dengan syahidnya ia masuk surga. Nabi pun bersabda: Tidak mungkin! Demi dzat yang menguasai Muhammad sehelai baju yang dikorupsinya dari perang Khaibar tidak dimasukkan dalam pembagian akan membakarnya”.

    Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga memecat Ibnul Attabiah yang ketahuan menerima hadiah dari penguasa.

b). Kebijakan Khalifah Umar bin Al- Khathab ra.

        Pada zaman kekuasaan khalifah Umar bin Khathab yang pada masa pemerintahannya menggunakan beberapa cara untuk menanggulangi tindak korupsi, seperti:

  • Memberikan gaji yang cukup dan layak bagi karyawan dan keluarganya.
  • Melakukan penyerahan daftar kekayaan bagi para pegawainya.

  Maksudnya penyerahan daftar kekayaan untuk mengetahui jumlah nominal kekayaan yang dimiliki oleh seseorang dari awal menjabat hingga masa jabatannnya. Dengan adanya sistem ini, apabila ditemukan jumlah yang tidak sebanding dengan jumlah yang terdapat didaftar kekayaaan, maka setengah kekayaan tersebut akan disita dan dimiliki oleh negara. Allah SWT telah berfirman didalam Quran Surah Al- Hasyr ayat 7 yang berbunyi:

 “… supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka

Tinggalkanlah dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya”.

b). Pada zaman Khalifah Umar Bin Abdul Aziz

       Pada zaman kekuasaan Umar Bin Abdul Aziz, metode yang digunakan untuk memnghukum pelaku korupsi yaitu dengan didenda atau ditahan dalam waktu yang lama (dipenjara).

c). Dengan memberikan hukuman yang tegas

       Islam menetapkan dan menegaskan tindakan korupsi merupakan tindakan yang dzalim untuk dilakukan. Untuk menetapkan hukuman kepada seseorang pelaku korupsi, hendaknya berdasarkan jumlah dan jenis yang ia lakukan mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar. Misalnya memberikan hukuman moral hingga hukuman mati. Hal ini berdasarkan pada kaidah- kaidah umum dalam Asas hukum pidana Islam yang berbunyi: “Hukuman orang kecil adalah kecil, dan hukuman orang besar adalah besar”. (Hukuman terhadap kejahatan besar, harus besar. Sedang kejahatan ringan, harus ringan pula).

 

d). Pendidikan Anti Korupsi

     Pendidikan merupakan salah satu cara untuk mengurangi perilaku korupsi dilingkungan masyarakat. Dalam pendidikan ini, ada tiga poin penting yang dapat dilakukan yaitu pendidikan secara formal, informal, dan non- formal.

    Pendidikan secara formal maksudnya adalah pendidikan yang mengajarkan anti korupsi melalui jalur formal, seperti memasukkan nilai- nilai pancasila didalam kehidupan, memasukkan pelajaran anti korupsi kedalam kurikulum pembelajaran, dll. Pendidikan secara informal dapat dilakukan dengan meningkatkan fungsi berkeluarga dalam bahayanya korupsi dari sejak dini, mendorong kepada orangtua, guru, ustads, untuk memberikan tauladan yang positif pada masyarakat. Sedangkan pendidikan secara non-formal dapat dilakukan dengan mengadakan pelatihan- pelatihan atau pemantauan anti korupsi dengan membentuk lembaga yang mengurusi peyelesaian korupsi, memberikan penyadaran akan bahaya korupsi kepada masyarakat melalui lembaga- lembaga keagamaan atau forum pengajian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Pety Nopiyanti

a student of Muhammaadiyah University

Buat Video Tahunanmu Sendiri!

Kami mendukung anda untuk maju.

sineasmudaindonesia

A topnotch WordPress.com site

%d bloggers like this: